Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Desember 2015

Semangat Pemuda Muslim

Masa muda adalah salah-satu nikmat besar yang Allah –subhanahu wata’ala- karuniakan untuk setiap hamba -Nya. Pada saat melewati masa-masa itu, tentu saja terjadi berbagai perbedaan antara satu orang dan yang lainnya.
Sebagian orang menghabisi masa mudanya untuk hal-hal yang lebih condong kedunia tanpa memikirkan akhirat. Berbagai trend modern diikutinya, tidak ketinggalan satu trend baru kecuali ia ikuti. Namun Sebaliknya, ada pula sebagian pemuda lebih memilih untuk mengejar targetnya masa depan, mempersiapkan diri sejak dini untuk menghadapi tantangan zaman yang lebih berat. Mereka pun belajar di sekolaah-sekolah, pesantren, duduk bersama para ulama untuk mempelajari ilmu, mereka haus akan ilmu. Maka, merekalah pemuda-pemuda yang beruntung dimasa mudanya.
Saudaraku…
Seandainya kita mau menelisik kehidupan generasi muda di zaman salafus shalih, akan kita dapatkan betapa semangat mereka mengebu-ngebu untuk mendapatkan walau hanya setetes ilmu. Masa muda mereka adalah masa muda yang berguna untuk agama, nusa dan bangsa. Mereka selalu mengisi hari-hari mereka dengan hal-hal yang bermanfaat.

Perhatian Islam terhadap para pemuda

Betapa pentingnya peran pemuda dalam melanjutkan estafet masa depan, maka telah banyak ayat beserta hadist-hadist yang membicarakan tentang pemuda, seperti firman Allah berikut ini, “Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (QS. Al-Kahfi: 13)
Ayat ini menceritakan tentang semangat pemuda-pemuda ash-habul kahfi dalam melaksanakan syariat-syariat agama Allah sampai pada akhirnya mereka mau dibunuh oleh raja yang berkuasa pada waktu itu, namun kemudian Allah menunjukmereka ke goa.

Kenapa pemuda?

Karena pemuda adalah pemimpin-pemimpin masa depan, bapak dari anak-anak masa depan serta baik dan buruknya masa depan bangsa dan agama ini ada ditangan pemuda.
Pemimpin yang sekarang berkuasa semakin hari umurnya pun semakin meningkat dan semangatnya untuk melanjutkan hidup pun semakin melemah, seperti yang digambarkan oleh Allah dalam fimannya,
“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban..” (QS. Ar-Ruum: 54)

Prinsip Pemuda Muslim

Satu matlamat jelas yang diwariskan oleh Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- untuk umatnya, sebuah hadist yang menuntun kita untuk menggunakan masa muda kita sebaik mungkin, “Gunakanlah lima hal sebelum berlalu lima hal : Masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, masa luangngmu sebelum masa sibukmu dan masa hidup mu sebelum matimu.” 1
Al-Imam Al-Munawi –rahimahullah- mengatakan, “Barulah seseorang betul-betul mengetahui nilainya Lima hal ini (waktu muda, masa sehat masa luang, masa kaya dan waktu ketika hidup) setelah kelima hal tersebut hilang.” 2
Saudaraku…
Semua karekter dan kriteia yang disebutkan didalam hadist diatas ada pada jiwa seorang pemuda. Seorang pemuda masih sehat dan kuat, masih kaya dan masih banyak waktu kosong bagi mereka. Maka beruntunglah bagi pemuda pemuda yang bisa menggunakan masa mudanya sebaik mungkin, mereka itulah yang disebutkan dalam hadist Rasulullah –shallallahu’alaihi wasallam-,
“Tujuh golongan yang mendapat perlindungan Allah pada hari tidak dimana tidak ada perlindungan kecuali perlindungannya (disebutkan diantaranya): …. Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam keadaan beribadah kepada Allah,..” 3

Pemuda dan semangat menuntut ilmu

Ilmu lah yang akan membimbing kehidupan seseorang menjadi lebih baik, dengan ilmu Allah mengangkat derajat seorang budak melebihi derajat tuannya, seorang rakyat melebihi pemimpinnya, hanya karena ilmu. Sampai-sampai salah seorang ulama mengatakan.
Begitu pentingnya ilmu dalam kehidupan seorang hamba. Maka sungguh mustahil bagi orang-orang yang beranggapan, “Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, dan mati masuk surga.”, karena ilmu tidak akan didapatkan dengan sifat dan hal-hal seperti itu. Maka, tidak heran jika al Imam asy Syafi’i rahimahullah sampai mengatakan,
“Barangsiapa yang tidak pernah mencicipi pahitnya belajar
Maka dia akan meneguk hinanya kebodohan di sepanjang hidupnya
Barangsiapa yang tidak menuntut ilmu di masa muda
Maka bertakbirlah empat kali, karena sungguh dirinya telah wafat”
(Diwan al Imam asy Syafi’)

Masa muda modal masa tua

Beramal untuk masa tua adalah salah satu cara untuk tidak terperosok dalam jurang kegagalan masa depan, istilah “madsur”, masa depan suram, yang sering terdengar ditelinga kita. Nuang jauh-jauh kata ini, jangan kekangkan jiwa mudamu untuk melaksanakan suatu hal positif hanya karena sebuah alasan kecil.

Sebelum masa itu berlalu

Setiap kita akan melalui masa mudanya. Maka sebelum penyesalan menghampiri kita, lakukanlah dari sekarang. Penuhilah rasa hausmu akan ilmu dan beramallah sebelum terlambat. Alangkah indahnya untaian sya’ir imam Asy-Syafii -rahimahullah- dalam diwannya,
تَبْغِيْ النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ طَرِيْقَتَهَا * اِنِّ السَّفِيْنَةَ لَاتَجْرِيْ عَلَى اليَبَسِ
“Engkau menghendaki kesuksesan namun engkau tidak menempuh jalannya..
Sesungguhnya perahu tidak berjalan diatas padang pasir”
Ingatlah wahai saudaraku…
Setiap kita akan ditanya diakhirat kelak tentang masa mudanya untuk apa ia habiskan dengannya, sebagaimana Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
“Takkan bergeser kedua kaki manusia pada hari kiamat sampai selesai ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskan; tentang masa mudanya, untuk apa dipergunakan; tentang hartanya, dari mana diperoleh dan untuk apa dibelanjakan; dan tentang ilmunya, apa yang sudah diperbuat dengannya.” 4
Saudaraku…
Ingatlah akan sabda Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam-,
إِذَا مَاتَ اِبْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ : عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ
“Jika manusia itu mati, maka amalannya akan terputus kecuali tiga perkara: Ilmu yang bermanfaat, sedekah jariyah, dan anak shalih yang selalu mendoakanny.” (HR. Muslim no. 1631, dari Abu Hurairah)
Maka, kita berharap kepada Allah semoga diberikan umur yang barokah, masa muda yang cerah dan selalu dalam bimbingan Allah -subhanahu wata’ala- sampai bertemu dengannya dihari akhir kelak. Amin
Wallahu’alam bisshowab.
(Artikel ini juga dimuat dalam Buletin Nida’ul Irsyad)
  1. HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadroknya no 7927, An-Nasaai dalam Al-Kubra no 11832. Dikatakan oleh Adz-Dzahabiy dalam At-Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir
  2. Lihat: At Taisir Bi Syarh Al Jami’ Ash Shogir, jilid 1, hal.356
  3. HR. Bukhari: no. 1432 dan Muslim no. 1031
  4. HR. At-Tirmidzi no.2417, dan beliau berkata: “hadits hasan shahih” Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah hadits no. 946

Selasa, 08 Desember 2015

UN 2016 Digelar Tiga Tahap

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan tiga ujian nasional (UN) di tahun 2016. Rencana tiga tahapan UN tahun depan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno.

Totok pada rapat koordinasi Mendikbud dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala LPMP, dan Kepala P4TK seluruh Indonesia mengatakan, UN 2016 akan dilaksanakan dengan tiga ujian. UN pertama, merupakan ujian perbaikan bagi peserta UN tahun 2015 yang belum memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) pada satu atau lebih mata pelajaran, dan berkeinginan memperbaikinya. UN kedua, merupakan ujian utama tahun 2016 dengan kisi-kisi baru, dan UN ketiga, merupakan perbaikan bagi peserta UN tahun 2016.

Ujian Nasional Paket A

Totok menyebutkan tanggal-tanggal penting untuk pelaksanaan ketiga UN 2016 tersebut. UN pertama yang dijadwalkan adalah UN perbaikan 2015 yang akan dilaksanakan pada 22 Februari 2016. Untuk UN utama 2016 akan dilaksanakan mulai 4 April, dan UN perbaikan tahun 2016 akan dilaksanakan awal Juni atau September.

Untuk materi ujian, kata Totok, disesuaikan dengan jenis soal UN. Di mana UN perbaikan tahun 2015 materi ujiannya sesuai dengan kisi-kisi UN 2015. Untuk UN utama 2016 materi ujiannya ada tiga, yaitu irisan kurikulum KTSP dan K13, kisi-kisi UN yang dikeluarkan BSNP (bersifat makro), dan sesuai dengan ketuntasan kurikulum.

“Sedangkan untuk UN perbaikan 2016, materinya sama dengan UN utama 2016,” tutur Totok dikutip Okezone, Selasa (14/7/2015) dari laman Kemendiknas.

UN Berbasis Komputer

Dari sisi pelaksanaan, Totok menjelaskan, UN perbaikan 2015 akan dilakukan dengan berbasis komputer. Ujian akan dilaksanakan di SMA/SMK di domisili siswa saat ini dan siswa dapat mendaftar secara online ke dinas provinsi.

Untuk UN utama di 2016 akan dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan berbasis kertas dan komputer. Sedangkan untuk UN perbaikan 2016, mekanismenya sama dengan UN perbaikan 2015, yaitu berbasis komputer dan pendaftaran dilakukan secara online di dinas provinsi.

Sumber : Ry

Selasa, 01 Desember 2015

Kita Dan Neraka .....

Apakah kita semua masuk neraka Jahanam?

Assalamualaikum, Dalam Surat Maryam 71-72 dikatakan semuanya akan mendatangi Neraka, apakah kita akan masuk kedalamnya? Atau menghampirinya lalu setelah itu apa? Atau hanya melewati jurang Asshirat?

Jawaban:

Wa ‘alaikumus salam Wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Kita simak firman Allah,

وَإِنْ مِنْكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا كَانَ عَلَى رَبِّكَ حَتْمًا مَقْضِيًّا . ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا


Tidak ada seorangpun dari kamu, melainkan mendatangi neraka itu. Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kemestian yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut. (QS. Maryam: 71 – 72)

Selanjutnya kita akan lihat, bagaimana respon para ulama ketika membaca ayat ini,

Pertama, riwayat dari Qais bin Abu Hazim bahwa Abdullah bin Rawahah pernah sakit dan kepalanya diletakkan di pangkuan istrinya. Lalu beliau menangis dan istrinya-pun ikut menangis.

“Mengapa kamu nangis” tanya Abdullah.

“Aku lihat kamu nangis, jadi aku ikutan nangis.” Jawab istrinya.

Lalu Abdullah mengatakan,

إني ذكرت قول الله عز وجل: { وَإِنْ مِنْكُمْ إِلا وَارِدُهَا } ، فلا أدري أنجو منها أم لا؟

“Aku teringat firman Allah Ta’ala, ‘Tidak ada seorangpun dari kamu, melainkan mendatangi neraka itu’. Dan aku tidak tahu, apakah aku bisa selamat ataukah tidak?.” (Tafsir Abdurrazaq, 2/11)

Kedua, riwayat dari Abu Ishaq, bahwa Abu Maisarah jika hendak tidur, beliau mengatakan,  “Andai aku tidak dilahirkan ibuku.” Lalu beliau menangis.

“Apa yang membuat anda menangis, hai Abu Maisarah?” tanya kawannya.

Kata Abu Maisarah,

أخبرنا أنا واردوها، ولم نُخْبَرْ أنا صادرون عنها


“Aku mendapat kabar di al-Quran bahwa aku akan mampir ke neraka. Sementara aku tidak mendapat kabar dari al-Quran bahwa aku akan selamat darinya.” (Tafsir at-Thabari, 16/82)

Ketiga, Hasan al-Bashri menceritakan, ada 2 orang bersaudara yang ngobrol,

Si A:  “Bukankah ada ayat yang mengabarkan bahwa kita akan mampir ke neraka?”

Si B: “Benar.”

Si A: “Lalu apakah ada ayat yang mengabarkan bahwa kamu akan dikeluarkan dari neraka?”

Si B: “Tidak ada.”

Si A: “Lalu mengapa kita banyak ketawa.”

Setelah itu, tidak pernah terlihat beliau tertawa sampai bertemu Allah (wafat). (Tafsir Ibnu Katsir, 5/252)

Keempat, riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

Ketika beliau membaca ayat di atas, beliau mengatakan,

والله إن كان دعاء من مضى: اللَّهُمَّ أَخْرِجْنِي مِنَ النَّار سَالِـمًا، وَأَدْخِلْنِي الـجَنَّةَ غَانِـمًا


Demi Allah, sungguh doa orang di masa silam: “Ya Allah, keluarkanlah aku dari neraka  dengan selamat, dan masukkanlah aku ke dalam surga dengan sukses.” (Tafsir Ibnu Katsir, 5/253)

Dari keteragan di atas, para ulama memahami bahwa sasaran dari ayat ini adalah semua manusia. Hingga orang-orang soleh  di masa silam, mereka khawatir, termasuk di dalamnya.

Imam as-Sa’di mengatakan,

وهذا خطاب لسائر الخلائق، برهم وفاجرهم، مؤمنهم وكافرهم، أنه ما منهم من أحد، إلا سيرد النار، حكما حتمه الله على نفسه، وأوعد به عباده، فلا بد من نفوذه، ولا محيد عن وقوعه


Ayat ini diarahkan kepada seluruh makhluk. Yang baik maupun yang jahat. Mukmin maupun kafir, bahwa mereka semua pasti akan menghampiri neraka. Sebagai bentuk ketetapan dari Allah dan ancaman bagi para hamba-Nya. Dan itu pasti terjadi, tidak bisa dielakkan.

Selanjutnya, beliau menyebutkan beberapa perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang makna ‘menghampiri neraka’ itu,

Pertama, yang dimaksud ‘menghampiri neraka’ dalah memasukinya. Namun bagi orang mukmin, itu menjadi dingin dan mereka selamat.

Kedua, bahwa semua makhluk akan mendatanginya, sehingga mereka semua mengalami ketakutan, kemudian setelah itu, Allah selamatkan orang yang bertaqwa.

Ketiga, maknanya adalah melewati jembatan, yang berada di punggung jahannam.  Manusia melewatinya  sesuai bekal amal yang mereka miliki.  Ada yang seperti kilat, ada yang seperti angin berhembus, atau ada yang seperti kuda cepat, ada juga seperti onta cepat. Ada yang berlari, ada yang berjalan, ada yang tersandung-sandung, dan ada yang terambar hingga masuk neraka.Semua sesuai kadar taqwanya.

Karena itulah, Allah berfirman di lanjutan ayat,

ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوْا  وَنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا


“Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut.” (QS. Maryam: 71 – 72)

Karena yang kekal di neraka, hanyalah orang kafir. (Tafsir as-Sa’di, hlm. 498).

Dan keterangan ini, sesuai tafsir Ibnu Abbas, sebagaimana yang diriwayatkan at-Thayalisy, dari Syu’bah, dari Abdullah bin Saib, dari orang yang pernah mendengar Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan,

“Tidak ada seorangpun dari kamu, melainkan mendatangi neraka itu.” Maksudnya adalah orang kafir. (Ibnu Katsir, 5/283)

Allahu a’lam

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

Tips Mudah Nyubuh .....

Sholat merupakan amal utama seorang mukmin, dengan sholatlah kita dapat membedakan mana orang beriman dan mana yang tidak, sebab sholat adalah amal yang menjadi batas antara seseorang dengan kekafiran. Namun realitanya masih sering kita saksikan di masyarakat banyaknya orang yang meninggalkan kewajiban sholat. Terutama sholat shubuh.

Bisa kita lihat, berapa orang yang ada di masjid pada waktu shubuh. Bahkan sangat ironi sekali, di negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, ternyata masih banyak masjid yang kosong ketika shubuh, sekalipun ada maka hanya beberapa gelintir orang saja, itupun yang usianya sudah sepuh. 

Padahal sholat shubuh adalah sholat yang sangat utama untuk dikerjakan, dan yang meninggalkannya terancam dengan sifat munafik. Dan rata-rata orang yang tidak berjama’ah saat shubuh dikarenakan alasan yang sepele, seperti ketiduran, malas, gelap, dan lain sebagainya. Oleh karena itu mari kita renungkan beberapa hal berikut yang mudah-mudahan dapat meningkatkan semangat kita untuk dapat mengerjakan sholat shubuh berjama’ah.
  1. Mengetahui keutamaan sholat shubuh berjama’ah

Pemahaman tentang besarnya pahala dan keutamaan sholat shubuh secara berjama’ah merupakan sarana terbesar yang dapat memotivasi kita untuk tergerak dan berupaya keras agar dapat bangun di waktu shubuh. Berikut ini ada beberapa keutamaan yang terdapat dalam sholat shubuh berjama’ah.

– Sholat shubuh adalah sholat yang disaksikan oleh para malaikat.

Dalam sebuah hadits, Abu Huroiroh rodhiallohu anhu berkata: Aku mendengar Rosulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Sholat berjama’ah lebih utama dibandingkan dengan sholatnya salah seorang dari kalian yang sholat sendirian sebesar dua puluh lima bagian. Dan para malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada waktu sholat fajar (shubuh).” Abu Huroirah kemudian berkata, “Jika mau, silakan bacalah ayat yang berbunyi, “Sesungguhnya bacaan (shalat) fajar disaksikan (oleh para malaikat).” (QS. Al Israa: 78). (HR. Al-Bukhari no. 137 dan Muslim no. 632)

Hadits di atas secara jelas menunjukan bahwa sholat shubuh disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan yang bertugas di siang hari, karena pada saat sholat shubuh itulah mereka bergantian, malaikat malam naik ke langit dan malaikat siang turun ke bumi.

– Siapa saja yang malas mengerjakan sholat shubuh akan terancam dengan kemunafikan.

Salah satu ciri dan sifat orang-orang munafik adalah sangat malas untuk sholat shubuh berjama’ah di masjid. Sehingga jika kita melaksanakan sholat shubuh berjama’ah, maka insya Alloh kita akan terhindar dari salah satu ciri atau sifat orang munafik.

Hal ini sebagaimana riwayat dari Abu Huroiroh rodhiallohu anhu berkata: Rosulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda:
“Sholat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan sholat shubuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga sholat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri sholat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka”  (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651).

Sholat shubuh berjama’ah di masjid nilainya sama dengan sholat semalam suntuk.

Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan dari Utsman bin Affan rodhiallohu anhu yang berkata: Aku mendengar Rosulullah sholallohu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang sholat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang sholat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656).

Sholat sunnah qobliyah shubuh lebih baik nilainya daripada dunia beserta isinya.

Hal ini berdasarkan riwayat dari ‘Aisyah rodhiallohu anha, ia berkata bahwa Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:

“Dua rokaat fajar (qobliyah shubuh) lebih baik daripada dunia berikut segala isinya.” (HR. Muslim dan Tirmizi).

Mari sejenak kita renungkan hadits diatas.. Ketika Rosululloh menjelaskan keutamaan yang begitu besar dalam sholat sunah qobliyah shubuh, maka bagaimana dengan sholat shubuhnya? Tentu pahala dan keutamaannya lebih besar. Karena tidak mungkin pahala solat sunnah lebih besar daripada sholat wajib.

Inilah sebagian dari keutamaan sholat shubuh berjama’ah di masjid berdasarkan hadits-hadits Rosululloh. Dan ketika kita membaca keutamaan yang begitu besar tersebut, tentu kita pasti akan berusaha mengerjakannya. Jika kita masih malas, maka dikhawatirkan kita akan terjangkit sifat munafik.

Sebagai sebuah perumpamaan, misalnya saja anda memiliki janji dengan seorang pengusaha yang begitu sibuk. Pengusaha itu berjanji akan memberikan hadiah uang kepada anda sebesar Rp. 10 juta. Dan Anda diminta datang ke rumahnya sebelum pukul 04.00, karena setelah itu ia akan segera berangkat ke luar negeri. 

Maka apa yang akan anda lakukan? 

Pastinya anda akan berusaha semaksimal mungkin agar tidak bangun kesiangan, atau mungkin anda tidak akan tidur di malam itu. Jika sebesar itu perjuangan yang anda lakukan untuk hanya mendapat uang Rp. 10 juta, lalu bagaimana jika hadiah yang akan diberikan itu adalah sesuatu yang lebih  baik daripada dunia dan seisinya? Silahkan anda fikirkan.
  1. Lakukanlah tidur siang meskipun sebentar.

Tidur siang sangat berperan untuk memudahkan kita untuk bangun pagi, sebab dengan tidur di siang hari maka hal ini dapat mengurangi rasa lelap saat kita tidur di malam hari. Tidur siang juga sangat baik bagi kesehatan, bahkan lebih dari itu, tidur siang adalah sunnah yang diajarkan dan dilakukan oleh Rosululloh sholallohu alaihi wasallam. Beliau memerintahkan kita untuk tidur siang dalam sabda beliau yang dinukilkan oleh Anas bin Malik rodhiallohu anhu:
“Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.” (HR. Abu Nu’aim)
  1. Hindari kasur mewah yang empuk atau selimut yang terlalu tebal.

Sangat logis sekali jika seseorang yang tidur di atas kasur empuk maka ia akan malas dan sulit bangun shubuh. Sebab, sifat malas merupakan sifat yang terdapat pada diri setiap orang, dan kita diperintahkan untuk memerangi kemalasan, bukan mendukung dan memeliharan sifat malas.
Bahkan dahulu kasur Rosululloh sholallohu alaihi wasallam sangat keras dan kasar. Suatu ketika Umar bin Khoththob rodhiallohu anhu berkata: “Aku datang menemui Rosululloh ketika beliau berbaring di atas tikar.. ..ternyata tikar itu telah membekas pada lambung beliaiu.” (HR. Buhori Muslim)
  1. Jangan tidur terlalu malam.

Biasanya orang yang tidur malam maka sulit untuk bangun pagi, mata terasa sangat mengantuk saat kita mencoba untuk bangun. Maka dari itu Rosululloh sholallohu alaihi wasallam mengajarkan kepada umatnya agar segera tidur setelah sholat Isya’ jika memang tidak ada hal yang penting untuk dikerjakan.
  1. Laksanakanlah Adab-adab tidur.

Islam adalah agama yang sempurna, sampai masalah tidur pun tak terlewatkan dari perhatian Islam. Dan sangat dianjurkan bagi seorang muslim untuk melaksanakan adab-adab tidur, seperti bersuci, membaca do’a dan dzikir sebelum tidur, dan adab lainnya.
  1. Manfaatkan Sarana teknologi.

Di zaman modern ini sudah banyak sarana-sarana teknologi yang dapat digunakan untuk membantu kita agar dapat bangun pagi. Diantaranya adalah alarm jam dinding, alarm HP, atau sarana-saranya lainnya yang tidak melanggar syari’at Islam.
  1. Meminta bantuan keluarga.

Mintalah istri/suami anda yang terbiasa bangun pagi untuk membangunkan anda sebelum shubuh, dan jangan segan untuk memintanya agar memercikan air ke wajah anda jika memang anda agak sulit dibangunkan.

Inilah diantara kiat-kiat yang dapat kita lakukan agar dapat melaksanakan sholat shubuh secara berjama’ah. Dan yang terpenting dari itu adalah niat dan azzam yang kuat. Tanpa adanya niat dan azzam yang kuat, maka apapun teori yang dibuat, maka tak akan membuahkan hasil yang optimal dan maksimal. Selamat mencoba.

Ketika Anak Lahir Dalam Keadaan Cacat – Video

Ada sebuah adab yang diberikan oleh Islam terkait menyikapi adanya anak yang baru lahir dalam keandaan cacat. Maka diantara sebuah nikmat yang besar kepada orang tua adalah ketika Allah memberi momongan yang sehat dan normal.

Dan sebaliknya jika seorang mendapat ujian berupa mendapatkan momongan yang kurang normal, maka wajib baginya bersabar untuk menharap pahala dari Allah. Sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam surat Al-Baqarah-216

Simak video lengkapnya dari penjelasan ustadz Aris Munandar, M.Pi berilut ini

 

Berawal Dari PHP , Berujung Ke Universitas Islam Madinah (Bagian 1)

Awal perjalananku sebelum bisa kuliah di luar Negeri dimulai tahun 2011, kurang lebih 4 tahun yang lalu, perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan liku-liku.

Waktu itu aku masih berstatus mahasantri (mahasiswa + santri) di Ma’had ‘Aly ar-Rayyah, Sukabumi Jawa Barat, Ma’had yang sehari-harinya diwajibkan bergaul dengan Bahasa Arab.

Di Ma’had yang penduduknya berasal dari seluruh Indonesia ini, peraturannya ketat banget. Bayangkan aja, tiap pagi wajib setor hafalan Al-Qur’an, siang kuliah, hidup 3 tahun tanpa HP, komputer, internet dan TV. Tak boleh keluar Ma’had kecuali darurat.

Mahasantri yang nilainya di bawah 6, langsung di DO, alias Rosib. Kalau sampai kita ketahuan bicara pakai Bahasa Indonesia atau Bahasa Daerah, bisa kena sanksi bahkan di-Drop Out kalau sudah keterlaluan. Sampai ada yang bilang ini bukan Ma’had, tapi penjara suci.
Aku mahasantri yang biasa-biasa saja, nilai juga gak pernah mumtaz (di atas 9), paling pol dapatnya ya Jayyid Jiddan (di atas 8), kecuali di akhir semester 6 yang kebetulan masuk mumtaz 5 besar.

Berawal dari tahun 2011, waktu itu Aku dkk sudah masuk semester 5, sebentar lagi akan masuk semester 6 lalu lulus dari Ma’had. Wajarlah kalau kita-kita yang mau lulus ini mulai mikir, “Habis lulus dari sini, Aku lanjut kuliah dimana ya? LIPIA Jakarta? UIKA Bogor? Atau langsung ngajar di kampung halaman?”,

“Tapi kalau Aku cuma lulus D3 di sini, nantinya mau ngajar di mana? Ilmu masih ala kadarnya”, Pokoknya pikiran kita temen sekelas banyak keluarnya dari pelajaran Ma’had deh waktu itu daripada mikirin mata kuliah.

Pada suatu siang semester 5, Aku sedang duduk nyantai di Studio. Datanglah seorang teman namanya Sanjudi biasa dipanggil Jo, asli Sukabumi.

Sanjudi: “Ndar, ayo ikut ane.”

Ana: “Kemana jo?”

Sanjudi: “Udahlah… ikut aja, jangan bilang siapa-siapa, itu juga, bawa berkas-berkas ente yang sudah di scan.”

Internet tergolong benda terlarang di Ma’had. Yah, aku ngikut aja apa yang dikatakan si Jo tanpa banyak bertanya. Alhamdulillah, kebetulan sekali waktu itu aku paham masalah komputer dikit-dikit, dan kebetulan juga menjadi penanggung jawab bagian Studio, jadi mudah keluar masuk Studio tanpa ijin dan menyalakan komputernya, mungkin karena itu Sanjudi ngajak aku.

Ealah ternyata, Sanjudi temanku ini cuma pengen ngajak internetan di tempatnya Bang Adi, Bendahara Ma’had. Cuma di kantornya bang Adi kita bisa internetan tanpa keluar ke pasar buat ngewarnet, selain di tempatnya Bang Adi, satu lagi di kantornya sekretaris Ma’had. Setelah diijinkan pakai komputer, kita langsung streaming di komputernya Bang Adi.

Sanjudi: “Ayo ndar, coba daftar di Universitas Islam Madinah, ente mau gak kuliah di sana?”

Ana: “Ya mau lah, tapi caranya?”

Sanjudi: “Ini kirimkan aja berkas-berkasnya di link iu.edu.sa”

Ana: “Oke, gitu aja?”

(semua percakapan kita pakai Bahasa Arab loh ya…)
Ya udah, Aku jalanin prosedur yang tertulis di sana, ku kirim berkas-berkas punyaku dan punya si Jo, lalu dapat nomer pendaftaran.

Ana: “Terus setelah terkirim, gimana jo? Langsung keterima kita?”

Sanjudi: “Ya nggak lah… nunggu dulu nanti ada tes lagi di Jakarta, belum apa-apa ini, kan kita cuma nyoba.”

Ana: “Oalah… “

Awalnya kita mendaftar di link-link yang ada di internet cuma coba-coba aja, sama sekali tidak serius, bahkan harapan untuk diterima pun kita pasrah, mau ketrima mau gak terserah. Dan bukan hanya mendaftar di UIM, tapi juga di beberapa Universitas lain, seperti Qassim University Arab Saudi, Ummul Qura Mekah, dll kita ikut nimbrungin berkas.

Owh… Sakitnya…

Pernah waktu semester 6 kita sekelas jadi korban PHP. Kabarnya ada seorang syeikh yang akan memasukkan kita semua ke Universitas Qassim Arab Saudi, kabarnya ini meyakinkan banget, dari orang yang kita kenal lagi. Jadi kita sekelas diminta untuk mengirim berkas-berkas yang diperlukan.
Setelah kita kumpulkan berkas, print, scan dan lain sebagainya, kita kirim berkas yang diminta, hari-demi hari, minggu demi minggu kita tunggu kabar ini, ternyata eh… gak jadi. Duh sakitnya hati ini yang sudah terlanjur senang.

Sekelas akhirnya Down, nggak ada semangat kuliah. Sampai seorang dosen merasa kasihan, Abu Aiman namanya, ia coba mendongkrak semangat kita agar lebih semangat kuliah, paling tidak di semester 6 ini saja lah. Tapi itu semua nggak ada gunanya, karena kita sudah terlanjur di PHP, betapa sedihnya hati ini, owhhh…

Di hari yang lain, tepatnya di semester 6. Ada kabar lain bagi mahasantri yang ingin kuliah di Luar Negeri. Kabar yang ini lebih tak jelas dari kabar Univrsitas Qassim kemarin, makanya sebagian mahasantri udah ogah-ogahan mengikuti kabar yang ini.

Kita sekelas diminta untuk menyiapkan berkas kemudian pergi ke Jakarta, tanpa diberi tahu di Jakarta yang sebelah mana, jam berapa, dan apa yang akan kita lakukan di sana. Baru nanti kalau sudah masuk Jakarta kita akan diberi tahu tempatnya. Sehingga cuma sekitar 25 mahasantri saja yang mau berangkat ke Jakarta termasuk aku dan temanku yang tadi, Sanjudi.

Untuk pergi ke Jakarta dari Sukabumi, kita mesti perlu uang. Jadi ya aku pinjam aja uang ke teman dulu buat sementara, karena juga kelamaan sih kalau aku minta kirimkan dari rumah di Malang, Jawa Timur. Yah, beginilah nasib anak pondokan, kita berangkat gerombolan ke Jakarta, uang pakai pinjam, meninggalkan KBM, tanpa jelas apa tujuan kita di Jakarta.

Sesampainya di Jakarta salah satu dari kita baru diberi tahu sama syeikhnya agar pergi ke hotel Marlin. Seolah-olah ini tes yang diadakan khusus untuk lembaga-lembaga tertentu deh ya, karena kalau tes yang biasanya, diadakan di Pondok terkenal dengan undangan yang jelas, penyelenggaranya juga jelas diberitahukan sebelum kegiatan diselenggarakan.

Iya kita pergi ke hotel, bukan pondok atau kampus apa gitu. Namanya Marlin kalau gak salah, hotel gedhe berwarna emas tempat syeikh yang mau mewawancarai kita menginap. Di sana kita diminta duduk menunggu di ruang tunggu, dipanggil, lalu ditanyai satu-persatu.

Lumayan canggung juga sih kita di Hotel Marlin. Kita yang jauh dari pegunungan Sukabumi, pergi tanpa kejelasan, pakai baju anak pondokan, sebagian pakai sarung, pakai peci, keliatan katrok bin ndeso diminta menunggu di lobi hotel mewah menanti wawancara sama syeikh dari Arab…..

(to be continued)

Created by : Iskandar Alukhal, Mahasiswa Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, Fakultas Syariah Semester 6.